Hetalia: Axis Powers - Norway

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tuesday, 26 April 2016

laporan praktikum isolasi tumbuhan tembelekan


 
LAPORAN PRAKTIKUM  KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN VII
ISOLASI METABOLIT SEKUNDER TUMBUHAN TEMBELEKAN (Lantana camara)

OLEH:

Nama          :    Diman Saputra
Stambuk    :    F1C1 14 052
Kelompok :    IV (Empat)
Asisten        :    Risnawati


LABORATORIUM KIMIA ORGANIK
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016


I.  PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak jenis tumbuhan ataupun tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai makanan, obat-obatan dan lain sebagainya. Secara umum tumbuhan ataupun tanaman yang ada di Indonesia sangat berpotensi dijadikan sebagai obat yang dapat menyembuhkan berbagai penyakit yang diderita oleh manusia. Indonesia menjadi salah satu negara megabiodiversity terbesar di dunia yang dikenal sebagai gudangnya tumbuhan obat (herbal) sehingga mendapat julukan live laboratory.
Indonesia disinyalir memiliki sekitar 9.000-an spesies tanaman yang berhasiat sebagai obat. Tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai bahan fitofarmaka baru sekitar 5% sedangkan yang dimanfaatkan sebagai jamu telah mencapai sekitar 1.000-an jenis tanaman. Kondisi seperti ini Indonesia sangat berpotensi menjadi sentral pengembangan obat bahan alam berorientasi ekspor karena memiliki lahan yang variatif dari pantai hingga pegunungan, ditambah banyaknya lahan tidur yang belum dimanfaatkan maka potensi Indonesia untuk menjadi sentral pengembangan obat bahan alam sangatlah terbuka.  Selain itu obat bahan alam merupakan salah satu alternatif pengobatan yang baik dan murah sehingga memiliki prospek kedepan yang baik. Salah satu tumbuhan di Indonesia dalam pemanfaatannya dijadikan sebagai obat adalah tumbuhan tembelekan (Lantana camara).
Tembelekan (Lantana camara) merupakan tumbuhan perdu yang pertumbuhannya banyak di daerah tropis dan subtropis. Tembelekan memiliki bunga yang menarik dan beraneka warna seperti putih, merah muda, jingga, kuning, dan ungu sehingga tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Baik di pot maupun di taman. Tembelekan ternyata merupakan tanaman yang multiguna. Selain dimanfaatkan sebagai obat ternyata dapat dimanfaatkan dalam dunia pertanian yaitu sebagai bahan yang bisa digunakan sebagai pestisida nabati dan bahan fumigen (penahan hama) yang tepat, hemat dan sangat berkhasiat.
Pemanfaatan tembelekan sebagai obat atau yang lainnya membutuhkan suatu proses agar mencapai pemanfaatan yang maksimal yaitu proses isolasi. Isolasi merupakan suatu proses dimana proses ini bertujuan untuk mengambil senyawa aktif yang terkandung dalam suatu sampel misalnya pada tumbuhan tembelekan. Sehingga, untuk mengetahui senyawa aktif tumbuhan dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan berguna bagi kehidupan manusia adalah dengan proses isolasi. Berdasarkan latar belakang tersebut maka dilakukan percobaan tentang isolasi senyawa bahan alam tumbuhan tembelekan (Lantana camara).

B.  Rumusan Masalah

Rumusan masalah pada percobaan isolasi senyawa metabolit sekunder tumbuhan tembelekan adalah sebagai berikut :
1.    Bagaimana teknik isolasi senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan tembelekan ?
2.    Bagaimana proses pemurnian senyawa metabolit sekunder tumbuhan tembelekan ?
C.    Tujuan
   Tujuan yang akan dicapai pada percobaan isolasi senyawa metabolit sekunder tumbuhan tembelekan adalah sebagai berikut :
1.    Untuk mengetahui teknik isolasi senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan tembelekan.
2.    Untuk mengetahui proses pemurnian senyawa metabolit sekunder tumbuhan tembelekan.
D.  Manfaat
Manfaat yang diperoleh pada percobaan isolasi senyawa metabolit sekunder tumbuhan tembelekan adalah sebagai berikut :
1.    Dapat mengetahui teknik isolasi senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan tembelekan.
2.    Dapat mengetahui proses pemurnian senyawa metabolit sekunder tumbuhan tembelekan








II.    TINJAUAN PUSTAKA
A.  Morfologi Tumbuhan Tembelekan
    Klasifikasi Ilmiah
Kingdom         : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom   : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi    : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi              : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas               : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas        : Asteridae
Ordo                : Lamiales
Famili              : Verbenaceae
Genus              : Lantana
Spesies            : Lantana camara L.
            Tumbuhan Tembelekan (Lantana camara Linn) secara morfologi merupakan herba menahun, batang semak, berkayu, tegak, bercabang, batang berduri. Tinggi batang mencapai 4 m, daun berhadapan, warna hijau, bundar telur, permukaan atas daun berambut banyak dan permukaan bawah berambut jarang. Pinggir daun bergerigi dan berbulu kasar dengan panjang 5-8 cm dan lebar 3-5 cm. Perbungaan mengelompok, tersusun dalam bulir yang padat pada ketiak daun. Warna bunga beragam seperti putih, kuning, merah, merah muda, dan jingga. Buah bergerombol di ujung tangkai, kecil, bulat, warna hijau ketika mentah, hitam kebiruan dan mengkilap ketika matang. Di dalam satu buah terdapat satu biji. Tumbuhan ini berkembang biak dengan biji. Tumbuhan ini ditemukan di daerah tropis pada lahan terbuka sebagai tanaman liar atau tanaman untuk pagar. Tumbuhan dari dataran rendah sampai ketinggian 1700 m di atas permukaan laut (Djauhariya, 2004).
Tembelekan (Lantana camara) merupakan tanaman liar yang pada daunnya memiliki kandungan kimia antara lain fenol, flavonoid dan alkaloid. Kandungan kimia pada Tembelekan diduga memiliki kemampuan antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Sehingga pada sebuah penelitian yaitu membuat salep antibakteri dengan zat aktif ekstrak etanol daun tembelekan. Salep antibakteri ekstrak etanol daun tembelekan dibuat dalam dua konsentrasi yaitu 20% dan 24%. Pengujian kualitas salep yang dilakukan adalah uji organoleptis, uji homogenitas, uji nilai pH dan uji daya sebar. Hasil pengujian kualitas yang dilakukan terhadap salep dengan dua konsentrasi tersebut memenuhi parameter uji organoleptis, ujihomogenitas dan uji nilai pH. Salep ekstrak etanol daun tembelekan konsentrasi 20% dan 24% tidak memenuhi parameter kualitas untuk uji daya sebar. Penelitian ini menujukkan bahwa tumbuhan tembelekan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia (Parwanto dkk., 2013).
                  
                 (Pohon Tembelekan)                            (Daun Tembelekan)
B.  Senyawa Metabolit Sekunder Tumbuhan Tembelekan
Senyawa metabolit sekunder merupakan senyawa kimia yang umumnya mempunyai kemampuan biokatifitas dan berfungsi sebagai pelindung tumbuhan dari gangguan hama penyakit untuk tumbuhan tersebut atau lingkungan. Senyawa metabolit sekunder digunakan sebagai zat warna, racun, aroma makanan, dan obat tradisional pada kehidupan sehari-hari (Meta, 2011).
Senyawa-senyawa organik yang berasal dari sumber alami tumbuhan, yang dapat memberikan efek fisiologis terhadap makhluk hidup, pada umumnya merupakan senyawa bioaktif. Senyawa metabolit sekunder tidaklah sepenting metabolit primer dalam kelangsungan hidup organisme, senyawa ini sangat berperan dalam mempertahankan kehidupan organisme (Rizal, 2011).
Berikut ini senyawa-senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam tumbuhan tembelekan :
Nama
Struktur
Refrensi
Bagian Tanaman
Asam-3, 24-dioxo-urs-12-en- 28-oic
Yadav & Tripathi, 2003
Daun
Asam ursoxi
Begum et al, 2003
Bunga
Metil ursoxylat
Begum et al, 2003
Bunga
Asam ursangilik
Begum et al, 2003
Bunga
Stigmastrol
Laiet et al, 1998
Bunga
Asam betulonik
Lai et al,1998
Batang
Asam Ursethoxi
Begum et al, 2002
Batang
Asam Lantanolik 22, ẞ-hidroksi-oleanonik
Singh et al., 1996
Akar
Asam Lantaiursolik
Singh et al., 1996
Akar
Apigenin
Nagao et al.,2002
Daun
Eupatorin
Nagao et al.,2002
Daun
Kirsiliol
Nagao et al.,2002
Daun
Eupafolin
Nagao et al.,2002
Daun