LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAAN VII
ISOLASI
METABOLIT SEKUNDER TUMBUHAN TEMBELEKAN (Lantana
camara)
OLEH:
Nama : Diman Saputra
Stambuk :
F1C1 14 052
Kelompok : IV (Empat)
Asisten : Risnawati
LABORATORIUM KIMIA ORGANIK
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016
I. PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki banyak jenis tumbuhan
ataupun tanaman yang dapat dimanfaatkan oleh manusia sebagai makanan,
obat-obatan dan lain sebagainya. Secara umum tumbuhan ataupun tanaman yang ada
di Indonesia sangat berpotensi dijadikan sebagai obat yang dapat menyembuhkan
berbagai penyakit yang diderita oleh manusia. Indonesia
menjadi salah satu negara megabiodiversity
terbesar di dunia yang dikenal sebagai gudangnya tumbuhan obat (herbal)
sehingga mendapat julukan live laboratory.
Indonesia disinyalir
memiliki sekitar 9.000-an spesies tanaman yang berhasiat sebagai obat. Tumbuhan
yang dimanfaatkan sebagai bahan fitofarmaka baru sekitar 5% sedangkan yang
dimanfaatkan sebagai jamu telah mencapai sekitar 1.000-an jenis tanaman. Kondisi
seperti ini Indonesia sangat berpotensi menjadi sentral pengembangan obat bahan
alam berorientasi ekspor karena memiliki lahan yang variatif dari pantai hingga
pegunungan, ditambah banyaknya lahan tidur yang belum dimanfaatkan maka potensi
Indonesia untuk menjadi sentral pengembangan obat bahan alam sangatlah terbuka.
Selain itu obat bahan alam merupakan
salah satu alternatif pengobatan yang baik dan murah sehingga memiliki prospek
kedepan yang baik. Salah satu tumbuhan di Indonesia dalam pemanfaatannya
dijadikan sebagai obat adalah tumbuhan tembelekan (Lantana camara).
Tembelekan
(Lantana camara) merupakan tumbuhan perdu yang pertumbuhannya banyak di
daerah tropis dan subtropis. Tembelekan memiliki bunga yang menarik dan
beraneka warna seperti putih, merah muda, jingga, kuning, dan ungu sehingga
tanaman ini sering dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Baik di pot maupun di
taman. Tembelekan ternyata merupakan tanaman yang multiguna. Selain
dimanfaatkan sebagai obat ternyata dapat dimanfaatkan dalam dunia pertanian yaitu
sebagai bahan yang bisa digunakan sebagai pestisida
nabati dan bahan fumigen (penahan
hama) yang tepat, hemat dan sangat berkhasiat.
Pemanfaatan tembelekan sebagai obat atau yang lainnya membutuhkan suatu
proses agar mencapai pemanfaatan yang maksimal yaitu proses isolasi. Isolasi
merupakan suatu proses dimana proses ini bertujuan untuk mengambil senyawa
aktif yang terkandung dalam suatu sampel misalnya pada tumbuhan tembelekan. Sehingga,
untuk mengetahui senyawa aktif tumbuhan dan bisa dimanfaatkan sebagai bahan
berguna bagi kehidupan manusia adalah dengan proses isolasi. Berdasarkan latar
belakang tersebut maka dilakukan percobaan tentang isolasi senyawa bahan alam
tumbuhan tembelekan (Lantana camara).
B.
Rumusan Masalah
Rumusan masalah pada percobaan isolasi senyawa metabolit sekunder tumbuhan tembelekan adalah
sebagai berikut :
1.
Bagaimana teknik isolasi senyawa
metabolit sekunder dari tumbuhan tembelekan ?
2.
Bagaimana proses pemurnian
senyawa metabolit sekunder tumbuhan tembelekan ?
C.
Tujuan
Tujuan yang akan dicapai pada percobaan isolasi senyawa metabolit sekunder tumbuhan tembelekan adalah sebagai
berikut :
1.
Untuk mengetahui teknik isolasi
senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan tembelekan.
2.
Untuk mengetahui proses pemurnian
senyawa metabolit sekunder tumbuhan tembelekan.
D.
Manfaat
Manfaat
yang diperoleh pada percobaan isolasi senyawa
metabolit sekunder tumbuhan tembelekan adalah sebagai
berikut :
1.
Dapat mengetahui teknik isolasi
senyawa metabolit sekunder dari tumbuhan tembelekan.
2.
Dapat mengetahui proses pemurnian
senyawa metabolit sekunder tumbuhan tembelekan
II. TINJAUAN PUSTAKA
A. Morfologi
Tumbuhan Tembelekan
Klasifikasi Ilmiah
Kingdom
: Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Lamiales
Famili : Verbenaceae
Genus : Lantana
Spesies : Lantana camara L.
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Lamiales
Famili : Verbenaceae
Genus : Lantana
Spesies : Lantana camara L.
Tumbuhan Tembelekan (Lantana camara Linn) secara morfologi
merupakan herba menahun, batang semak, berkayu, tegak, bercabang, batang
berduri. Tinggi batang mencapai 4 m, daun berhadapan, warna hijau, bundar
telur, permukaan atas daun berambut banyak dan permukaan bawah berambut jarang.
Pinggir daun bergerigi dan berbulu kasar dengan panjang 5-8 cm dan lebar 3-5
cm. Perbungaan mengelompok, tersusun dalam bulir yang padat pada ketiak daun.
Warna bunga beragam seperti putih, kuning, merah, merah muda, dan jingga. Buah
bergerombol di ujung tangkai, kecil, bulat, warna hijau ketika mentah, hitam
kebiruan dan mengkilap ketika matang. Di dalam satu buah terdapat satu biji.
Tumbuhan ini berkembang biak dengan biji. Tumbuhan ini ditemukan di daerah
tropis pada lahan terbuka sebagai tanaman liar atau tanaman untuk pagar.
Tumbuhan dari dataran rendah sampai ketinggian 1700 m di atas permukaan laut
(Djauhariya, 2004).
Tembelekan (Lantana camara) merupakan tanaman
liar yang pada daunnya memiliki kandungan kimia antara lain fenol, flavonoid
dan alkaloid. Kandungan kimia pada Tembelekan diduga memiliki kemampuan
antibakteri terhadap Staphylococcus epidermidis. Sehingga pada sebuah
penelitian yaitu membuat salep antibakteri dengan zat aktif ekstrak etanol daun
tembelekan. Salep antibakteri ekstrak etanol daun tembelekan dibuat dalam dua
konsentrasi yaitu 20% dan 24%. Pengujian kualitas salep yang dilakukan adalah
uji organoleptis, uji homogenitas, uji nilai pH dan uji daya sebar. Hasil
pengujian kualitas yang dilakukan terhadap salep dengan dua konsentrasi
tersebut memenuhi parameter uji organoleptis, ujihomogenitas dan uji nilai pH.
Salep ekstrak etanol daun tembelekan konsentrasi 20% dan 24% tidak memenuhi
parameter kualitas untuk uji daya sebar. Penelitian ini menujukkan bahwa tumbuhan
tembelekan sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia (Parwanto dkk., 2013).
(Pohon Tembelekan) (Daun Tembelekan)
B. Senyawa
Metabolit Sekunder Tumbuhan Tembelekan
Senyawa metabolit sekunder merupakan senyawa kimia yang
umumnya mempunyai kemampuan biokatifitas dan berfungsi sebagai pelindung tumbuhan
dari gangguan hama penyakit untuk tumbuhan tersebut atau lingkungan. Senyawa
metabolit sekunder digunakan sebagai zat warna, racun, aroma makanan,
dan obat tradisional pada kehidupan sehari-hari
(Meta, 2011).
Senyawa-senyawa organik yang berasal dari sumber alami
tumbuhan, yang dapat memberikan efek fisiologis terhadap makhluk hidup, pada umumnya
merupakan senyawa bioaktif. Senyawa metabolit sekunder tidaklah sepenting metabolit primer dalam kelangsungan hidup organisme, senyawa ini
sangat berperan dalam mempertahankan kehidupan organisme
(Rizal, 2011).
Berikut ini
senyawa-senyawa metabolit sekunder yang terdapat dalam tumbuhan tembelekan :
Nama
|
Struktur
|
Refrensi
|
Bagian Tanaman
|
Asam-3,
24-dioxo-urs-12-en- 28-oic
|
Yadav
& Tripathi, 2003
|
Daun
|
|
Asam ursoxi
|
Begum et al, 2003
|
Bunga
|
|
Metil ursoxylat
|
Begum et al, 2003
|
Bunga
|
|
Asam ursangilik
|
Begum et al, 2003
|
Bunga
|
|
Stigmastrol
|
Laiet et al, 1998
|
Bunga
|
|
Asam betulonik
|
Lai et al,1998
|
Batang
|
|
Asam Ursethoxi
|
Begum et al, 2002
|
Batang
|
|
Asam
Lantanolik 22, ẞ-hidroksi-oleanonik
|
Singh et al., 1996
|
Akar
|
|
Asam
Lantaiursolik
|
Singh et al., 1996
|
Akar
|
|
Apigenin
|
Nagao et al.,2002
|
Daun
|
|
Eupatorin
|
Nagao et al.,2002
|
Daun
|
|
Kirsiliol
|
Nagao et al.,2002
|
Daun
|
|
Eupafolin
|
Nagao et al.,2002
|
Daun
|










