Hetalia: Axis Powers - Norway

Tuesday, 26 April 2016

laporan praktikum pembuatan aspirin


PEMBUATAN ASPIRIN
LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II
PERCOBAA VIII




Nama                          :  Diman Saputra
Stambuk                     :  F1C114052
Kelompok                  :  VI (Enam)
Asisten Pembimbing :  Riska Pratiwi



LABORATORIUM KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2016



I.    PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
. Berdasarkan latar belakang tersebut, maka dilakukan percobaan sintesis aspirin yang dapat disintesis dari asam salisilat dengan anhidrat asetat.
B.     Rumusan Masalah
Rumusan masalah dari percobaan ini adalah sebagai berikut:
1.      Bagaimana cara pembuatan aspirin dari asam salisilat dari dan anhidrida asetat?
2.      Bagaimana reaksi–reaksi yang terjadi dalam pembuatan aspirin?
C.    Tujuan Percobaan
Tujuan dari percobaan ini adalah sebagai berikut :  
1.      Untuk mengetahui cara pembuatan aspirin dari asam salisilat dari dan anhidrida asetat.
2.      Untuk mengetahui reaksi–reaksi yang terjadi dalam pembuatan aspirin.
D.    Manfaat Percobaan
Manfaat dari percobaan ini adalah sebagai berikut :   
1.         Dapat mengetahui cara pembuatan aspirin dari asam salisilat dari dan anhidrida asetat.
2.         Dapat mengetahui reaksi–reaksi yang terjadi dalam pembuatan aspirin.



II.    TINJAUAN PUSTAKA
Asam salisilat mendapatkan namanya dari spesies dedalu (bahasa latin: salix), yang memiliki kandungan asam tersebut secara alamia, dan dari hal tersebutlah manusia mengisolasinya. Penggunaan dedalu dalam pengobatan trdisional telah dilakukan oleh bangsa sumeria, asyur dan sejumlah suku indian seperti cherokee. Pada saat ini, asam salisilat dapat diaplikasikan dalam pembuatan obat aspirin. Salisilat umumnya bekerja melalui kandungan asamnya. Hal tersebut dikembangkan secara menetap kedalam salisilat baru. Selain sebgai obat, asam salisilat juga merupakan hormon tumbuhan (Stringer, 1997).
Aspirin atau asam asetilsalisilat (asetosal) adalah suatu jenis obat darikeluarga salisilat yang sering digunakan sebagai analgesik (terhadap rasa sakitatau nyeri minor), antipiretik (terhadap demam), dan anti-inflamasi. Aspirin juga memiliki efek anti koagulan dan digunakan dalam dosis rendah dalam tempo lama untuk mencegah serangan jantung. Studi tentang penggunaan aspirin harian pertama kali dilakukan pada pria. Ternyata, aspirin lebih efektif untuk menghambat stroke pertama kali pada wanita, akan tetapi untuk menghambat serangan jantung lebih efektif pada pria. Resiko terjadinya pendarahan ternyatasama pada pria maupun wanita (Leeson, 1993).
Aspirin atau dikenal asam salisilat adalah prototipe dari grup obat anti inflamasinon steroid (OAINS) yang memiliki efek sebagai analgesik, antipiretik, dan antiinflamasi yang sangat luas digunakan dan digolongkan dalam obat bebas. Pada tahun 2004, American Association of Poison Control Centers (AAPC) melaporkan 40.405 kasus pasien terpapar salisilat. Dari angka tersebut, 25.239 (63%) akibat paparan tidak sengaja dan 17.659 (44%) terjadi pada anak dibawah usia 6 tahun. Paparan salisilat ini mengakibatkan 3.804 kasus (9%) toksisitas sedang, 524 (1%) toksisitas berat, dan 64 (0,2%) mengakibatkan kematian. Berdasarkan Goodman dan Gilman (2006), ingesti 4 atau 5 gram aspirin setiap hari menyebabkan konsentrasi salisilat plasma pada rentang yang lazim untuk terapiantiinflamasi (120 sampai 150 ug/ml), menyebabkan kehilangan darah lewat fesesrata-rata sekitar 3-8 ml per hari. Salisilat dapat menyebabkan kerusakan hepar. Ini biasanya terjadi pada pasien yang diberi salisilat dosis tinggi yang menyebab kankonsentrasi salisilat plasma di atas 150 ug/ml (Sirait, 2011).
Obat analgesik-antipiretik serta obat-obat Nonsteroid Antiinflammatory Drugs (NSAID) merupakan salah satu kelompok obat yang banyak diresepkan atau digunakan tanpa resep dokter untuk pengobatan inflamasi. Cara kerja NSID adalah dengan penghambat sintesa prostaglandin yang merupakan salah satu mediator inflamasi utama dengan penghambatan enzim siklooksigenase (COX). Enzim initerdapat dalam dua bentuk isoform yang disebut COX-1dan COX-2 (Katzung, 2005). NSAID dengan penghambatCOX-2 terus dikembangkan untuk memperoleh obat ant iinflamasi dan analgesik yang kurang menimbulkan efeksamping terhadap pencernaan dan pendarahan. Elecoxib merupakan senyawa yang memiliki intipirazolin bekerja selektif terhadap penghambatan COX-2dibanding COX-1. Pendekatan yang sesuai ini juga telah dikembangkan untuk penemuan obat antiinflamasi yangbekerja spesifik (Rullah dkk. 2012).
Introduksi Fungi Mikoriza Arbuskular (FMA) dapat mempengaruhi respon fisiologis dan biokimia tanaman yaitu terjadinya peningkatan produksi senyawa asam salisilat. Senyawa standar asam salisilat dan benzoat memiliki nilai Rf 0,22 dan 0,33. Hasil penelitian Plumbley and Sweetmore, dalam fraksi etil asetat daun yam (Dioscorea alata) yang peka terhadap penyakit antraknosa (Colletotrichum gloeosporioides) ditemukan hanya satu pita dengan nilai Rf 0,32 sedang pada tanaman yang resisten ditemukan adanya tiga pita baru yang muncul yang tergolong senyawa phenolik dengan nilai Rf: 0,15, 0,21 dan 0,39 dan memiliki aktivitas antifungi (Suswati dkk. 2011).











III.    METODOLOGI PRAKTIKUM
A.    Waktu dan Tempat
Praktikum ini dilaksanakan pada hari senin, tangga 21 Maret 2015 pukul 13.00-15.25 WITA, dan bertempat di Laboratorium Riset terpadu, Jurusan Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Halu Oleo, Kendari.
B.     Alat dan Bahan
1.      Alat
        Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini gelas kimia 100 mL dan 250 mL, erlenmeyer 125 mL, pipet tetes, gelas ukur 50 mL, batang pengaduk dan hot plate.
2.      Bahan
Bahan-bahan  yang digunakan pada percobaan ini adalah asam salisilat, asam fosfat (H3PO4), anhidrida asetat,  etanol 25%, dan air es.






C.    Prosedur kerja






A.   
Prosedur kerja








Text Box: Rendamen = 219,72 %
 























Text Box: Rendamen = 219,72 %
 





















IV.    HASIL DAN PEMBAHASAN
A.    Data Pengamatan
1.      Table Hasil Pengamatan
No
Perlakuan
Hasil Pengamatan
Sebelum
Sesudah
1
4 gram asam salisilat + 6 mL anhidrida asetat + 5 tetes asam fosfat
Padatan putih
Larut, berwarna putih

2
Ditambahkan 20 mL air dingin

Terbentuk 2 fasa, air bening (atas) dan endapan putih (bawah)
3
Didinginkan

Terbentuk cairan bening dan gumpalan putih
4
Disaring
Berta kertas saring = 1,7 gram

Terbentuk filtrat dan residu
5
Kristal + etanol 25% sebanyak 25 mL
Kristal putih
Terbentuk 2 fasa, cairan bening dan gumpalan putih
6
Ditambahkan 25 mL air hangat

Larut berwarna putih
7
Didinginkan

Terbentuk 2 fasa, cairan bening dan gumpalan putih
8
Disaring

Terbentuk filtrat dan residu
9
Ditimbang

13,13 gram





2.       Mekanisme reaksi
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8pVgMfLp4wJtCrKiYdPaFPAnTLZe17m52HiwdKf63yv2kU-LR_rZdaVMwNZ8mZqBvehWQOQE2u4TTGYj0YdIO8rt0DhYrn5OPhDX61-tbdIXDb_waJzntIVqXTXgZQK-uiqxvbJIOBBd7/s1600/aaaaa.bmp
Reaksi di atas merupakan reaksi total dari tahapan reaksi berikut :
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiqLQsoPRwEnQRqfvhuNJz-fKNaTAAtEVF6tjX6WbYebYX_AE9RpfwBG8uOD2qWAMct5aLmHasmRz1MR_psaxF1ouTDddsiyTSVR9Fnvgw7dAjd0N9M0mxQaTJjhPRIW2MPCM5MKTbuD3JU/s1600/aaaaaa.bmp


3.      Analisis Data
Diketahui :
        massa asam salisilat (C7H6O3) = 4 gram
        volume anhidrida asetat (C4H6O3)      = 6 mL
        Mr asam salisilat (C7H6O3)                  = 138 gr/mol
        Mr anhidrida asetat (C4H6O3)             = 102 gr/mol
        Mr aspirin (C9H8O4)                            = 180 gr/mol
Ditanya :
        % rendamen kristal ?
Penyelesaian :
a.       Berat teoritis
Mol asam salisilat         =  =  = 0,0289 mol
massa anhidrida asetat  = ρ anhidrida asetat x vol. anhidrida asetat
                                      = 1,08 gr/ mL x 6 mL
                                      = 6,48 gram
Mol anhidrida asetat     =  =  = 0,0635 mol
C7H6O3            +      C4H6O3                       C9H8O4   +    C2H4O2
(asam salisilat)  (anhidrida asetat)             (aspirin)   (asam asetat)
                                M         :    0,0289 mol       0,0635 mol                   -                   -
                        B         :    0,0289 mol       0,0289 mol           0,0289 mol     0,0289 mol  
                        H         :           -                 0,0346 mol           0,0289 mol     0,0289 mol
Massa aspirin   = mol aspirin x Mr aspirin
                        = 0,0289 mol x 180 gr/mol
                        = 5,202 gram
b.      Berat praktek
Berat kertas saring                    = 1,7 gram
Berat kristal seccara praktek  = (berat kristal +  kertas saring) – berat         kertas saring
= 13,13 gram – 1,7 gram
= 11,43 gram
c.       % rendamen      =  x 100%
                          =  x 100%
                         = 219,72 %









B.     Pembahasan
Asam asetil salisilat


V.    PENUTUP
A.    Kesimpulan
Berdasarkan tujuan dan hasil pembahasan maka pada percobaan pembuatan aspirin dapat disimpulkan bahwa :
1.       Pembuatan aspirin dibuat dengan cara mereaksikan asam salisilat dengan anhidrat asetat dengan menambahkan asam fosfat sebagai katalisator yang dilanjutkan dengan proses pemanasan untuk mempercepat reaksi
B.     Saran
Saran yang dapat saya berikan pada praktikum ini yaitu sebaiknya pihak dari laboratorium menyediakan alat dan bahan yang memadai sesuai prosedur dan bagi praktikan agar memperhatikan arahan yang diberikan oleh asisten.



DAFTAR PUSTAKA
Leeson, C.R., Leeson T.S. dan Papparo A.A., 1997, Buku Ajar Histologi Edisi 5,     Terjemahan oleh : Staf ahli FKUI, Jakarta.
Rullah, K., Syilfia H. dan Destawira H., 2012, Sintesis dan Uji Antiinflamasi Senyawa(R)-3-(4-Florofenil)-1-fenil-5-(tiofen-2-il)-4,5-dihidro-1H-pyrazol serta Pengaruhnya terhadap Kerusakan Lambung, Jurnal Penelitian Farmasi Indonesia, ISSN 2302-187X.
Sirait, R.R.U., Windarti I. dan Fiana D.N., 2011, Effect Of Oral Route Rhizome Temulawak(Curcuma xanthorrizaRoxb.) On Liver Damage Ofwhite Male Rats (Rattus norvegicus) Sprague dawley Strain Induced By Aspirin, Jurnal Farmasion, ISSN 2337-3776.
Stringer, 1997, Panduan Farmasi Edisi II, Erlangga: Jakarta.
Suswati, T.H., Eti F.H. dan Nasril N., 2011, Senyawa Phenolik Akar Pisang CV. Kepok (Musa acuminata) yang diinduksi dengan Fungi Mikoriza Arbuskular Indigenus PU10-Glomus sp terhadap Penyakit Darah Bakteri, Jurnal Natur Indonesia, 13(3).

                                                                                                               

0 comments:

Post a Comment